menu melayang

Selasa, 06 Februari 2024

Sebenarnya Takut-takut Tonja


Sebenarnya, saya lebih takut terpilih sebagai anggota dewan perwakilan, dibanding gagal dan tidak punya pendukung.


Sejak awal, banyak sekali teman bahkan dari kalangan keluarga yang mempertanyakan keseriusan saya menjadi calon anggota legislatif atau Caleg. Bahkan ada yang bersifat menuntut atau malah mungkin meremehkan.


"Mau tongko apa jadi anggota dewan, Uceng?"


Bukan satu atau satu-satu orang yang bertanya demikian, jawaban saya santai saja, saya ingin memberi warna bahwa ada juga kalangan petani yang bisa duduk di Dewan Perwakilan Rakyat mewakili aspirasi para petani. 


Tapi sebenarnya bukan jawaban seperti itu yang mereka mau.


Umumnya kita mungkin akan sepakat bahwa politik itu kotor, politik itu bisa merubah orang, politik itu licik dan berbagai nilai atau penilaian negatif lainnya. Kondisi orang-orang yang memiliki kesadaran seperti ini membuat mereka lebih mudah apatis atau tidak peduli dengan urusan politik.


Tapi pandangan saya berbeda. Politik kenyataannya adalah 'penjara' hidup kita, kita tak lepas dari segala hal yang bersifat atau dipengaruhi oleh unsur politik selama kita hidup sebagai masyarakat, bangsa apalagi warga negara.


Politik mengatur hampir segala sendi kehidupan, oleh karena itu saya berharap saya bisa ikut masuk kedalamnya, untuk ikut mengatur bagaimana seharusnya kita berbangsa dan bernegara agar kita bisa hidup dengan layak, tidak malah timpang, dimana kaum kaya semakin kaya, dan kaum miskin semakin melarat.


Misalkan kehidupan Petani. Petani berperan sebagai produsen, peran itu sangatlah penting, tetapi imbalan yang ia terima dalam menjalankan peran itu tidak setimpal.


Misalkan untuk menyekolahkan anaknya, seorang petani menjual sawahnya atau pekerjaan (sumber penghasilannya).


Atau dalam kondisi lain, petani yang sakit atau keluarganya sakit-sakitan, akan menggadaikan sawah untuk biaya perawatan, atau karena sudah tidak mampu lagi menggarap sawahnya.


Bayangkan jika petani kehilangan sawah, bukan hanya mereka yang terancam bingung mau cari makan dari pekerjaan apa, tetapi di masa mendatang, generasi pelanjut kita akan bingung mau makan apa.


Saya ingin berkontribusi dalam kehidupan masyarakat sebagai anggota dewan perwakilan, dengan begitu, ide ataupun gagasan kita bisa terasa oleh banyak orang. Bantuan kita bisa dinikmati dan lebih terasa, utamanya bagi kalangan petani dan pemuda.


Tapi, di belakang itu semua, takut-takut tonja kurasa. Saya takut jika nantinya kekuasaan merubah niat dan nilai juang, merubah kemanusiaan menjadi sifat binatang. Saya takut juga jika sikap sabar berubah menjadi tamak.


Sebenarnya takut tongja jadi orang sombong, takut tongja !!!


Tapi sisipkan doa diantara dukunganta untuk saya. 

Janganki putus dukunganta dengan sekedar memberi suara, tetapi jagaka juga.


Sebenarnya, saya lebih takut terpilih sebagai anggota dewan perwakilan, dibanding gagal dan tidak punya pendukung.


Tapi, rasa takut jangan dipelihara. LAWAN !!! 

Blog Post

Catatan Lainnya

Back to Top


Daftar Sebagai Pendukung

Mari Dukung Ahmad Husain

Isikan kolom di bawah lalu kirimkan dukunganta' melalui Whatsapp kepada kami.

Dukungan anda akan kami rekam dalam database kami.